Dahulu Area Perang, Ini Dia Asal-Usul Nama Jalan Antapani Bandung

Wpfreeware 2021-09-07 09:28:07 Ngebandung

Bandung memang kota yang memiliki jalanan yang sangat ramai hingga terkadang pada jam-jam tertentu menimbulkan kemacetan. Salah satu jalan yang menjadi pusat lalu-lalangnya masyarakat Bandung adalah kawasan Antapani. Terkenal dengan desain jembatan pelanginya yang ciamik, tak jarang jembatan ini dijadikan spot foto untuk beberapa masyarakat Bandung. Tak hanya memiliki kelebihan di sisi konstruksi dan kegunaan yang dibangun dengan estimasi waktu yang cukup singkat, Jalan Layang Antapani memiliki visual yang memikat karena warnanya yang cerah.

Antapani resmi menjadi sebuah Kecamatan di Kota Bandung pada 14 April 2007 dan diresmikan langsung oleh Walikota Bandung saat itu H.Dada Rosada S.H. Sebelum diberlakukannya Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2006, Kecamatan Antapani merupakan bagian dari Kecamatan Cicadas. Dimana Kecamatan Cicadas memiliki sedikitnya lima kelurahan yaitu Kelurahan Antapani Wetan, Kelurahan Antapani Kulon, Kelurahan Antapani Tengah,Kelurahan Antapani Kidul dan Kelurahan Mandalajati. Namun setelah adanya pemekaran wilayah nomenklatur (tempat dari obyek irigasi), Kecamatan Cicadas berubah menjadi Kecamatan Antapani.


Kecamatan Antapani memiliki luas wilayah 4,01 KM dengan sebagian besar wilayahnya adalah perumahan dengan penduduk yang memiliki latar belakang berbeda. Kecamatan Antapani memiliki empat kelurahan, diantaranya Kelurahan Antapani Wetan, Kelurahan Antapani Kulon, Kelurahan Antapani Tengah dan Kelurahan Antapani Kidul. Dikutip dari laman mantrasukabumi.com, pada sekitar tahun 1980-an masyarakat Cicadas masih mengenalnya dengan sebutan wilayah Hantap. Sehingga nama Antapani sendiri diambil dari kata Hantap-Hantap-Antapani. Namun arti menurut bahasa Kawi (Jawa Kuno) sendiri memiliki arti Payau, Air. Nama Hantap sendiri diambil dari nama tumbuhan (Sterculia Javanica) yang tumbuh di iklim tropis. Hingga pada akhir tahun 1980, sebagian besar kawasan Hantap masih menjadi areal persawahan yang luas.


Namun selain menjadi areal persawahan, ditanam juga pohon jarak yang dulunya diwajibkan oleh tantara Jepang yang wajib di tanam. Pada awal Kemerdekaan, kawasan Antapani menjadi sebagai kawasan perang oleh para pejuang. Dari kawasan persawaan itulah para pejuang melakukan serangan Gerilya pada tantara Sekutu dan NICA yang melakukan patroli di sepanjang jalan Cicada-Cikadut hingga Nyublek.

Kini kawasan Antapani menjadi kawasan yang ramai dilalui oleh kendaraan, tak terkecuali pada malam hari. 

Comment

Similar Post You May Like