‘Ritual’ Di Bandung Barat Yang Masih Di Pertahankan Warga

Wpfreeware 2021-08-22 06:35:22 Ngebandung


Di zaman sekarang ini, adat dan kebidayaan memang sudah meluntur seiring dengan perkembangan zaman. Namun bukan tidak mungkin, adat tersebut telah benar-benar hilang dari permukaan. Khususnya di Bandung, masih terdapat beberapa ritual yang masih dipertahankan dan bahkan diajukan sebagai warisan budata tak benda. Berikut merupakan beberapa ritual yang masih dipertahankan warga di daerah Bandung Barat.

Mikul Lodong


Upacara Mikul Lodong di Kampung Cikurutug adalah modifikasi tradisi yang menjadi suatu aturan yang ditetapkan oleh para leluhur pencak silat semenjak dahulu. Tradisi upacara ini bermula dari perilaku masyarakat Sunda berupa aktivitas memikul lodong (bambu). Hal yang lazim ketika terdapat upacara pengukuhan yang bernuansa kekuatan fisik dan mental. Ritual pengukuhan ini biasanya dilakukan secara simbolik melalui ritual Mikul Lodong. Proses upacara ini dilakukan di dua tempat yaitu di tempat pelantikan siwa pencak silat dan tempat air keramat cipetir.

Hajat Arwah


Memiliki warisan budaya yang cukup unik, warga di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat menjalankan upacara adat berupa kegiatan ziarah ke sebuah makam yang disebut dengan ‘hajat arwah’. Hajat arwah merupakan kegiatan memanjatkan doa bersama-sama untuk para leluhur mereka di makam para tokoh penting di Masyarakat Desa Nyalindung. Hajat arwah ini digear pada tanggal 17 Ruwah. Warisan budaya ini direkomendasikan untuk menjadi warisan budaya tak benda.  

Ngamandian Kucing


Kegiatan ngamandian kucing merupakan ritual yang digelar oleh warga Desa Nyenang Kecamatan Cipeundeuy untuk tujuan bersama agar hujan segera turun di wilayahnya. Ketika musim kemarau tiba dan warga kesulitan air, warga mulai menggelar acara ngamandian kucing. Acara tersebut di gelar setelah rangkaian solat istiqa. Ritual ngamandian kucing memiliki makna komunikasi bernuansa mistis. 

Comment

Similar Post You May Like